MGK, JakPus
0853 1200 0938
0821 1141 1106

Ttipe flow meter dan Fungsinya

Ttipe flow meter dan Fungsinya

Ttipe flow meter dan Fungsinya

Penggunaan flow meter adalah suatu alat yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya suatu aliran material (cair, gas, serbuk) dalam suatu jalur aliran, dengan segala aspek aliran itu sendiri, yang meliputi laju aliran atau laju aliran dan massa total. atau volume materi yang mengalir selama periode waktu tertentu. waktu tertentu atau sering disebut sebagai penghitung.

Dengan mengetahui parameter aliran suatu material oleh suatu alat ukur flow meter yang dikirimkan berupa data numerik dan juga dapat diteruskan untuk menghasilkan listrik atau sinyal yang dapat digunakan sebagai input pada suatu kontrol atau rangkaian listrik lainnya.


Dalam kasus tertentu flow meter dapat digunakan untuk mendapatkan efisiensi suatu proses dengan menyesuaikan ukuran aliran fluida. Seperti pada industri manufaktur dimana kebutuhan akan air, udara tekan dan steam tentunya ukurannya harus mengacu pada kebutuhan lini produksi berdasarkan konsumsi mesin dalam proses produksi.

Flow meter disini bisa dijadikan acuan untuk besar kecilnya kebutuhan udara/air/uap dengan cara mengatur valve agar mesin yang membutuhkan udara lebih sedikit bisa diatur alirannya begitu juga sebaliknya. Sehingga tidak ada lagi kekurangan udara/air atau steam untuk mesin yang membutuhkan lebih banyak.

Untuk proses biaya produksi, flow meter sebenarnya memegang peranan penting untuk mendapatkan biaya produksi yang berhubungan dengan konsumsi air/udara atau steam. Dengan mencatat jumlah penggunaan udara/uap/air/gas, biaya produksi yang terkait dengan biaya fluida dapat dihitung dengan pasti.


Untuk memeriksa kinerja mesin secara efektif, pengukur aliran sering digunakan di perusahaan manufaktur, untuk mengukur kapasitas dan kinerja pompa, kompresor, dan sistem pendingin. Sehingga kerusakan mesin yang lebih besar dapat dideteksi sedini mungkin akibat penyimpangan mesin. Sehingga mesin yang mogok dapat dihindarkan dengan melakukan perawatan sesuai jadwal, berdasarkan analisa hasil pengukuran sistem pendingin atau lainnya menggunakan portable flow meter.

Flow meter juga dapat diterapkan untuk mendapatkan kualitas hasil produksi yang konsisten dengan menerapkan sistem batching. Di banyak pabrik makanan, flow meter dapat digunakan untuk mengukur volume cairan untuk mencampur cairan yang berbeda sehingga kualitas pencampuran dapat dipertahankan secara konsisten.

Dalam proses pengolahan limbah, flow meter memiliki fungsi yang sangat vital, baik digunakan untuk mengukur hasil proses maupun untuk mengoptimalkan penggunaan bahan kimia seperti penggunaan koagulan atau flokulan sehingga biaya proses pengolahan limbah menjadi lebih besar. dapat dipantau.


Jenis dan spesifikasi pengukur aliran
Jenis flow meter sangat banyak, maka perlu dilakukan pemilihan jenis flow meter, agar tujuan pemasangan flowmeter sesuai dengan keinginan kita atau sesuai dengan desain. Pengukur aliran air yang menggunakan jenis elektromagnetik juga memiliki karakteristik yang berbeda.

Karena spesifikasi flow meter yang digunakan disesuaikan dengan jenis cairannya. Air sungai, air limbah tambang, air limbah kimia dan air laut memiliki karakteristik yang berbeda. Dalam hal ini, jenis flow meter elektromagnetik yang digunakan juga memiliki spesifikasi bahan yang berbeda, terutama jenis bahan liner, jenis bahan elektroda dan tabung aliran harus disesuaikan dengan jenis air.

Dari uraian di atas, flow meter memiliki fungsi sebagai berikut:

Mengetahui Kecepatan Aliran (Velocity) dengan satuan jarak/waktu
Satuan pengukuran: (meter/menit, meter/detik dll
Mengetahui Kapasitas Aliran (Flow Rate) di dalam pipa
Satuan pengukuran: (LPS, LPM, LPH, M3/H, M3/Minute, GPM, GPH dll.)
Mengetahui Total Volume yang telah dialirkan (Totalizer)
Satuan: m3, liter, galon dll
Kontrol atau monitor dengan output analog: 4-20mA, pulsa, RS485, kontak relai dan lain-lain.
Parameter Pemilihan Jenis Flow meter
Ada banyak jenis flow meter dan model flowmeter yang harus disesuaikan dengan jenis fluida, jenis pipa, tujuan pemasangan flow meter dan lain-lain, karena itu perlu beberapa panduan dalam memilih jenis flow meter. Berikut ini adalah panduan dasar bagi para engineer untuk menentukan model dan jenis flow meter, yaitu:

Jenis Fluida (air, minyak, kimia, bahan bakar, gas, dll.)
Ukuran Pipa ( DN8 – DN3000 )
Jumlah akurasi yang ingin dicapai
Tekanan Kerja Maks dan min ( bar )
Suhu Maks
Arus Maks dan min
Satuan pengukuran (GPM, LPM, LPH dll)
Instalasi Sistem
horisontal vertikal
Sejalan, Penyisipan, Clamp on
Lokasi Instalasi
Integral/kompak atau Remote/splite
di pintu, di luar pintu, tahan air, tahan ledakan
Pengukur Aliran Bahan (CS, SUS, PVC, dll.)
Bahan:
Ada liner atau tidak di bagian dalam pipa
Standar koneksi (JIS, DIN, ANSI)
Jenis aliran (tekanan, gravitasi, saluran terbuka)
Tujuan pemasangan flow meter
Mengetahui volume
Mengetahui kecepatan aliran
Untuk kontrol sistem (output analog 4-20 mA, pulsa, RS485 dll.)

Distributor Flow Meter